Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaPeristiwa

Belasan Rumah Ambruk Imbas Pergerakan Tanah Disebut Gara-gara Proyek Tol Japek II, Warga Bojongmangu Bekasi Minta Tanggung Jawab Pengelola

367
×

Belasan Rumah Ambruk Imbas Pergerakan Tanah Disebut Gara-gara Proyek Tol Japek II, Warga Bojongmangu Bekasi Minta Tanggung Jawab Pengelola

Sebarkan artikel ini
ontrakan Haji Arta yang mengalami kerusakan Diduga adanya pembangunan proyek Tol di Kampung legok Cariu desa Sukamukti kecamatan Bojongmangu kabupaten Bekasi (Foto: istimewa)

Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Sejumlah warga Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi yang tempat tinggalnya ambruk terdampak pergerakan tanah, menuntut tanggung jawab pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II. Pasalnya, amblasnya tanah itu disebut-sebut gara-gara pembangunan Proyek Tol Japek II.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi pergerakan tanah di Kampung Legok Cariu Desa Sukamukti Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi Jabar. Lokasi tanah amblas tersebut tak jauh dari proyek Tol Japek II.
Warga mengetahui bahwa pergerakan tanah disebabkan Proyek Jalan Tol, ketika para pekerja proyek sedang menggali tanah, ternyata tanah tersebut sangat mudah longsor.

Pembangunan proyek jalan tol Japek II yang mengarah ke Kawasan Greenland Internasional Industrial Center (GIIC) itu lokasinya tidak jauh dari halaman rumah warga. Menurut warga Desa Sukamukti Kecamatan Bojongmangu, pembangunan itu tidak ada tembok penahan tanah, akibatnya tanah cepat longsor.

Warga yang rumahnya terdampak, khususnya para pemilik kontrakan yang rumahnya ambruk merasa kesal, lantaran banyak kerusakan yang dipicu adanya pekerjaan proyek Tol tersebut.

“Sebelum ada pembangunan proyek itu, tidak ada masalah apa-apa. Kemudian ketika ada pekerjaan proyek Tol [Japek II], tanah itu dikeruk habis dari bawah, kalau hujan ya terjadi longsor, imbasnya kena bangunan saya, kan lokasinya ngga jauh dari rumah saya,” keluh H. Arta, pemilik kontrakan kepada awak media, Selasa (27/2/2024).

Pemilik kontrakan 7 pintu dan 2 bangunan toko itu mengatakan, sampai saat ini belum ada respon dari pengelola proyek Japek II.

“Sampai sekarang dari pihak pengelola belum juga ada perbaikan,’ kata Arta.

Kata dia, mekipun tak menyebut nominal angka, namun ia dan warga korban lainnya berharap, ada tanggungjawab dari pihak Pengelola Tol Japek II.

Baca Juga :  Pengadaan WC Sultan di Kabupaten Bekasi, KPK Harus Segera Umumkan Tersangka

“Walaupun saya tidak menyebutkan nominalnya, saya harap para pengelola Proyek Jalan Tol segera tanggung jawab atas banyak kerusakan bangunan saya. Karena sampai saat ini para pengelola belum ada tanggapan sama sekali,” tandasnya.

Facebook Comments