Scroll untuk baca artikel
Bekasi Raya

Marak Aksi Tawuran, Muspika Pebayuran Bekasi Gelar Pertemuan dengan Tokoh Empat Desa

860
×

Marak Aksi Tawuran, Muspika Pebayuran Bekasi Gelar Pertemuan dengan Tokoh Empat Desa

Sebarkan artikel ini
Muspika Pebayuran, Camat, Kapolsek, Danramil pada pertemuan membahas maraknya aksi tawurandi Aula Kantor Desa Karang Reja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Kamis ( 14/03/2024).(Foto: Istimewa)

Triberita.com ǀ Kabupaten Bekasi – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pebayuran Kabupaten Bekais Jawa Barat, menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari empat desa, yakni Desa Karang Reja, Desa Karang Patri, Desa Sukalaksana dan Desa Sukamakmur.

Pertemuan berlangsung menjelang saat berbuka puasa di Aula Kantor Desa Karang Reja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Kamis ( 14/03/2024).

Pertemuan sekaligus acara buka bersama (bukber) itu digelar lantaran semakin maraknya aksi tawuran antar pemuda, yang kerap terjadi di perbatasan wilayah Kecamatan Pebayuran dan Kecamatan Sukakarya.

“Kami kumpul di sini untuk mencari solusi dan masukan dari para tokoh, untuk mencegah aksi tawuran antar pemuda yang kerap terjadi di wilayah perbatasan empat desa itu,” ujar Kapolsek Pebayuran AKP Hotma Sitompul kepada Triberita.com usai pertemuan.

Menurut Hotma, selama ini berbagai upaya telah dilakukan pihak kepolisian, mulai dari patroli rutin, sampai mediasi kelompok pemuda. Namun menurutnya masih belum membuahkan hasil yang maksimal, lantaran aksi tawuran melibatkan pemuda dari wilayah di luar Kecamatan Pebayuran.

“Kami rutin patroli, namun seperti kucing-kucingan. Saat patroli wilayah kondisi aman. Namun setelah patroli anggota kembali ke Polsek, tawuran terjadi ,” bebernya.

Hotma berharap hasil pertemuan bisa menghasilkan kesepakatan dan koordinasi antar wilayah untuk mencegah kembalinya aksi tawuran dan tindak kriminal yang membahayakan masyarakat di wilayah hukumnya.

“Harus dicegah, kami sayang anak anak ini adalah masa depan bangsa, jangan dirusak dengan hal hal yang negatif . Setelah pertemuan ini, kami akan mendorong adanya deklarasi anti tawuran dari para pemuda yang difasilitas oleh para tokoh dan Muspika.,” tegasnya.

Sementara Camat Pebayuran Hasyim Adnan meminta peran orang tua lebih aktif untuk mengawasi anak-anaknya. Dirinya menilai pengawasan dan peran orang tua sangat penting dan berpengaruh besar dalam mengantisipasi terjadi tawuran antar pemuda.

Baca Juga :  Audiensi Polemik Nasabah Lina Dengan Koperasi Palomak Karawang Berujung Damai

“Kami meminta orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan aktivitas anak-anaknya seperti penggunaan media sosial hingga aturan jam bermain malam hari. Usahakan pukul 22:00 WIB anak- anak harus ada dirumah. Ini penting dilakukan sebagai antisipasi tindakan tawuran yang biasa dilakukan para pemuda waktu dini hari,” tukasnya.

Facebook Comments