Triberita com I Kabupaten Bekasi – Di situasi darurat bencana saat ini, air sungai yang kering menyebabkan area persawahan tidak bisa digarap. Kemarau panjang bukan saja mengakibatkan sungai kering, tetapi juga ketersediaan air bersih juga tidak ada.
Keringnya air sungai Cikarang bukan disebabkan air tidak ada, sebenarnya air di pintu air CBL ada, namun karena kondisi sungai yang makin menyempit serta banyaknya tumpukan sampah sepanjang aliran sungai, sehingga air tidak mengalir dengan lancar.
Gerakan petani Bekasi wilayah utara meminta Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan tindakan, agar air bisa mengalir lancar. Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun langsung dengan menurunkan 5 armada truck pengangkut sampah beserta alat eksavator nya.
Sungai Cikarang mulai dibenahi sejak beberapa waktu lalu, tepatnya 29! Agustus 2924, di mulai dari pintu air CBL, Desa Sukajaya, Kabupaten Bekasi.
Seperti yang terlihat pembersihan sampah di sungai Cikarang, para petugas DLH sampai turun ke sungai berjibaku dengan sampah, di Kampung Galian Bunut, Desa Sukaindah, Kabupaten Bekasi, Rabu (11/9/2024).
Yodi salah satu petugas dari DLH mengatakan pembersihan sampah ini terkendala banyaknya Bangunan Liar (Bangli) di bantaran sungai, akibatnya armada truck serta alat berat kesulitan parkir untuk mengangkut sampah.
“Banyaknya bangli di sepanjang bantaran sungai, menjadi kendala untuk armada truck dan eksavator parkir,” ujarnya.
Selain itu juga, kata Yodi, selain sampah rumah tangga banyak juga sampah tanaman eceng gondok. Pemda menargetkan tanggap darurat kekeringan mulai dari 31/8 sampai 21/9/ 2024, kondisi air sungai harus lancar dan bisa segera mengairi sawah-sawah petani.
“Selain sampah rumah tangga banyak juga tanaman eceng gondok, penyebab air sungai tidak mengalir,” ungkapnya.
Sementara itu Samanhudi selaku koordinator gerakan petani Bekasi wilayah utara mengatakan bahwasanya air di pintu air CBL ada, cuma ga bisa mengalir normal salah satu penyebabnya sampah.
“Sampah salah satu penyebab air sungai tidak mengalir normal,” ucap pria yang akrab disapa Buya tersebut.
Para petani Bekasi wilayah utara, lanjut Buya Saman, siang malam mengontrol pekerjaan normalisasi dan pengerukan sampah di sungai Cikarang, yang sedang dikerjakan Pemerintah, agar benar-benar pekerjaan berjalan lancar sesuai dengan keinginan petani.
“Siang malam kami kontrol pelaksanaan pekerjaan pembenahan sungai Cikarang, agar berjalan lancar, sesuai dengan keinginan petani,” imbuhnya.
Ia juga menghimbau pada seluruh masyarakat terutama yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Cikarang agar tidak membuang sampah ke sungai, agar sungai bersih dan bisa mengalir lancar.
“Pada masyarakat jangan buang sampah ke sungai, agar sungai bersih dan air mengalir lancar,” pungkasnya.

















