Triberita.com |Kabupaten Bekasi – Dua pemudik asal Cikarang, Jawa Barat memilih pulang kampung ke Solo, Jawa Tengah menggunakan sepeda onthel untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 144 Hijriyah ini.
Ratusan kilometer jarak yang membentang di antara kedua kota dan dua Provinsi ditempuh dengan mengayuh pedal sepeda.
Salah satu pemudik bersepeda Frans, menuturkan, mudik dengan menggunakan sepeda sudah menjadi aktivitas rutinnya. Hal itu lantaran kecintaannya pada hobi bersepeda, sekaligus identitas dirinya sebagai bagian dari komunitas pekerja yang bersepeda.
“Kami tiap tahun mudik dengan sepeda, jadi ini sudah jadi ritual (mudik) kami,” kata Frans, pemudik asal Cikarang, saat melintas di jalan Arteri Pantura Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat kepada Triberita, Sabtu (6/4/2024),
Alasan lain dari dipilihnya sepeda, lanjut Frans, adalah ia bersama rekannya, Widodo, ingin mengampanyekan mudik yang sehat dan ramah lingkungan.
Menurutnya, butuh waktu selama tiga hari untuk bisa sampai ke Solo. Biasanya, ia bersama Widodo selalu berangkat pukul 05.30 WIB dan mengayuh sepeda hingga pukul 18.00 WIB, sebelum akhirnya memutuskan beristirahat sejenak di kota yang disinggahi.
Frans menekankan warna baju yang terang sangat bermanfaat untuk melindungi diri ketika melewati jalan yang mana terdapat pemudik lain yang menggunakan truk, motor atau mobil dengan batas kecepatan tinggi akibat mengejar waktu untuk sampai di tempat tujuan mudik.
“Warna bajunya harus terang, karena kalau sedang di jalan bisa terlihat (oleh pengemudi lain). Jadi, kita harus selalu waspada terhadap kendaraan lain,” kata Frans.
Pesepeda lainnya, Widodo menambahkan, untuk persiapan lain yang mereka lakukan adalah memastikan kondisi sepeda dalam keadaan benar dan aman digunakan selama mengikuti kegiatan mudik.

















